Rabu, 08 Mei 2013

Akibat Absen Kuliah


Perkenalkan namaku Melody. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada akhir semester 5. Saat itu adalah detik-detik menjelang Ujian Akhir Semester (UAS). Seperti biasanya, beberapa hari sebelum dimulainya UAS nama-nama mahasiswa yang tidak diperbolehkan ikut ujian karena berbagai sebab seperti over absen, telat pembayaran, dsb tertera di papan pengumuman di depan ruang TU fakultas. Hari itu diriku dibuat shock dengan tercantumnya namaku di daftar cekal salah satu mata kuliah penting, 3 SKS pula.

Diriku sangat bingung disana tertulis absenku sudah empat kali, melebihi batas maksimum tiga kali, apakah diriku salah menghitung, padahal di agendaku setiap absenku kucatat dengan jelas diriku hanya tiga kali absen di mata kuliah itu. Akupun complain masalah ini dengan dosen yang bersangkutan yaitu Pak Harun, seorang dosen yang cukup senior di kampusku, beliau berumur pertengahan 40-an, berkacamata dan sedikit beruban, tubuhnya pendek hampir sama  denganku. Diajar olehnya memang enak dan mengerti namun beliau agak cunihin, karena suka cari-cari kesempatan untuk mencolek atau bercanda dengan mahasiswi yang cantik pada jam kuliahnya termasuk juga diriku pernah menjadi korban kecunihinannya. Karena sudah senior dan menjabat kepala jurusan, beliau diberi ruangan seluas 5×5 meter bersama dengan Bu Hany yang juga dosen senior merangkap wakil kepala jurusan. Kuketuk pintunya yang terbuka setelah seorang mahasiswa yang sedang bicara padanya pamitan. “Siang Pak !” sapaku dengan senyum dipaksa “Siang, ada perlu apa ?” “Ini Pak, saya mau tanya tentang absen saya, kok bisa lebih padahal dicatatan saya cuma tiga…” demikian kujelaskan panjang lebar dan beliau mengangguk-anggukkan kepala mendengarnya. Beberapa menit beliau meninggalkanku untuk ke TU melihat daftar absen lalu kembali lagi dengan map absen di tangannya.



Ternyata setelah usut punya usut, diriku tertinggal satu jadwal kuliah tambahan karena ada show di tv dan teater dan cerobohnya diriku juga lupa mencatatnya di agenda kuliahku. Dengan memohon belas kasih diriku memelas padanya supaya ada keringanan atau keringanan. “Aduhh…tolong dong pak, soalnya gak ada yang memberitahu saya tentang yang tambahan itu, jadi saya juga gak tau pak, bukan salah saya semua doang pak” “Tapi kan dik, anda sendiri harusnya tahu kalau absen yang tiga sebelumnya anda bolos bukan karena sakit atau apa kan, seharusnya untuk berjaga-jaga anda tidak absen sebanyak itu dong dulu” Beberapa saat diriku tawar menawar dengannya namun ujung-ujungnya tetap harga mati, yaitu diriku tetap tidak boleh ujian dengan kata lain diriku tidak lulus di mata kuliah tersebut. Kata-kata terakhirnya sebelum diriku pamit hanyalah “Ya sudah lah dik, sebaiknya anda ambil hikmahnya kejadian ini supaya memacu anda lebih rajin di kemudian hari” dengan meletakkan tangannya di bahuku. Dengan lemas dan pucat diriku melangkah keluar dari situ dan hampir bertabrakan dengan Bu Hany yang menuju ke ruangan itu.

Dalam perjalanan pulang dimobil pun pikiranku masih kalut sampai mobil di belakangku mengklaksonku karena tidak memperhatikan lampu sudah hijau. Diriku sudah susah-susah belajar dan mengerjakan tugas untuk mata kuliah ini, juga nilai UTS ku 8,8, tapi semuanya sia-sia hanya karena ceroboh sedikit, yang ada sekarang hanyalah jengkel dan sesal.



Keesokan harinya aku mencoba kembali meminta keringanan beliau karena tidak ada jadwal teater sore itu. Akupun sampai ke ruang beliau di sebelah lab. bahasa dan kulihat lampunya masih nyala. Jantungku berdetak lebih kencang saat kuketuk pintunya. “Masuk !” sahut suara dari dalam “Selamat sore Pak !” “Oh, kamu Melody yang kemarin, ada apa lagi nih ?” katanya sambil memutar kursinya yang menghadap komputer ke arahku. “Itu…Pak, mau membicarakan masalah yang kemarin lagi, apa masih ada keringanan buat saya” “Waduh…kan bapak udah bilang dari kemarin bahwa tanpa surat opname atau ijin khusus, kamu tetap dihitung absen, disini aturannya memang begitu, harap anda maklum” “Jadi sudah tidak ada tawar-menawar lagi Pak ?” “Maaf dik, bapak tidak bisa membantumu dalam hal ini” “Begini saja Mel, saya punya penawaran untuk kamu, saya harap bisa menebus absen saya yang satu itu, bagaimana?” “Penawaran seperti apa pak??” tanyaku.



Tiba-tiba beliau berjalan kearah pintu dan  langsung menutup pintu dan menguncinya, lalu berjalan ke arahku dan langsung duduk diatas meja tepat disampingku dengan menyilangkan kaki. Lalu dia memegang bahuku, dan menjamahi tubuhku. “Apa-apan ini pak???” aku berteriak tiba-tiba. “ehm, begini melody. Kalo kamu mau mau ikut ujian, maka aku punya satu syarat, kamu harus melayani gairah seksualku. Bagaimana mel??? “  Tingkahnya  yang nekad itu membuatku salah tingkah.
Dengan setengah berdiri, tiba-tiba  beliau meraih payudaraku dengan tangan yang satunya, setelah tangannya memenuhi payudaraku Pak Harun meremasnya pelan diiringi desahan pendek dari mulutku. “Dadamu bagus juga yah dik, kencang dan montok” pujinya.
“Jangan pak!” aku memberontak. Tiba2 beliau meraih kedua tanganku dan mengikatnya dengan keras menggunakan tali yang ada diddepan meja beliau. Kemudian mulutku disekap dengan plester. Lalu beliau meraih, mebuka kancing-kancing bajuku dan menaiknya lalu mendekatkan mulutnya ke arah payudaraku, sebuah jilatan menyapu telak putingku disusul dengan gigitan ringan menyebabkan benda itu mengeras dan tubuhku bergetar. Aku ingin berteriak tapi plester dan ikatan yang kuat membuat perlawananku sia-saia. Sementara tangannya yang lain merambah lebih jauh ke dalam rokku hingga akhirnya menyentuh pangkal pahaku. Beliau berhenti sejenak ketika jari-jarinya menyentuh kemaluanku yang tidak tertutup apa-apa . Tiba-tiba dengan bernafsu Pak Harun bentangkan lebar-lebar kedua pahaku dan menjatuhkan dirinya ke kursi kerjanya.



Matanya seperti mau copot memandangi kemaluanku yang merah merekah diantara bulu-bulu hitam yang lebat. Sungguh tak pernah terbayang olehku diriku duduk diatas meja mekakangkan kaki di hadapan dosen yang kuhormati. Sebentar kemudian lidah Pak Harun mulai menjilati bibir kemaluanku dengan rakusnya. Lidahnya ditekan masuk ke dalam kemaluanku dengan satu jarinya mempermainkan klitorisku, tangannya yang lain dijulurkan ke atas meremasi payudaraku. “Uhh h…!” beliau benar-benar menikmatinya, matanya terpejam sambil menggigit bibir bawah, tubuhku juga menggelinjang oleh sensasi permainan lidah beliau. Diriku mengerang pelan meremas rambutnya yang tipis, kedua paha mulusku mengapit erat kepalanya seolah tidak menginginkannya lepas. Lidah itu bergerak semakin liar menyapu dinding-dinding kemaluanku, yang paling geli adalah ketika ujung lidahnya beradu dengan klitorisku, duhh…rasanya geli seperti mau ngompol. Butir-butir keringat mulai keluar seperti embun pada sekujur tubuhku. Aku mulai berubah pikiran. Mungkin inilah jalan terbaik bagiku untuk memperoleh ujian bahkan nilai tanpa ujian. Ini hanya rahasia aku dan beliau jadi tidak akan apa-apa. Aku tersenyum dan beliau rupanya menyadari senyumku itu. “Hmm jadi kamu sudah sepakat, Melody?” “Aku hanya tersenyum dan beliau melepaskan tali ikatan tanganku.
Setelah membuat vaginaku basah kuyup, beliau berdiri dan membuka plester mulutku. Pak Harun membuka celana panjang beserta celana dalamnya sehingga ‘burung’ yang daritadi sudah sesak dalam sangkarnya itu kini dapat berdiri dengan dengan tegak. Digenggamnya benda itu dan dibawa mendekati vaginaku “Bapak masukin  nih mel, udah ga sabar nih” “Eiit…bentar Pak, bapak kan belum ngerasain mulut saya nih, dijamin ketagihan deh” kataku sambil meraih penisnya dan turun dari meja Kuturunkan badanku perlahan-lahan dengan gerakan menggoda hingga berlutut di hadapannya. Penis dalam genggamanku itu kucium dan kujilat perlahan disertai sedikit kocokan. Benda itu bergetar hebat diiringi desahan pemiliknya setiap kali lidahku menyapunya. Sekarang kubuka mulutku untuk memasukkan penis itu. Hhmm….hampir sedikit lagi masuk seluruhnya tapi nampaknya sudah mentok di tenggorokanku. Boleh juga penisnya untuk seusia beliau, miliknya cukup kokoh dan dihiasi sedikit urat, bagian kepalanya nampak seperti cendawan berdenyut-denyut. Dalam mulutku penis itu kukulum dan kuhisap, kugerakkan lidahku memutar mengitari kepala. Beliau mengelus-elus rambutku dan mengelap dahinya yang sudah bercucuran keringat dengan sapu tangan. Lalu dengan cueknya diriku melepaskan baju dan rokku yang sudah terbuka hingga telanjang bulat di hadapannya.



Diriku berjalan ke arahnya yang sedang melongo menatapi ketelanjanganku, kulingkarkan lenganku di lehernya dan memeluknya. Dari tubuhnya tercium aroma khas parfum om-om. Beliau yang memangnya pendek terlihat lebih pendek lagi karena saat itu diriku mengenakan sepatu yang solnya tinggi. Kudorong kepalanya diantara kedua gunungku, beliau pasti keenakan kuperlakukan seperti itu. Tiba-tiba diriku meringis dan mendesis karena diriku merasakan gigitan pada puting kananku, beliau dengan gemasnya menggigit dan mencupangi putingku itu, giginya digetarkan pada bulatan mungil itu dan meninggalkan jejak disekitarnya. Tangannya mengelusi punggungku menurun hingga mencengkram pantatku yang bulat dan padat. “Hhmm…sempurna sekali tubuhmu ini dik, pasti rajin dirawat ya” pujinya sambil meremas pantatku. Diriku hanya tersenyum kecil menanggapi pujiannya lalu kubenamkan kembali wajahnya ke payudaraku yang sebelah, beliaupun melanjutkan menyusu dari situ. Kali ini Pak Harun menjilati seluruh permukaannya hingga basah oleh liurnya lalu diemut dan dihisap kuat-kuat. Tangannya dibawah sana juga tidak bisa diam, yang kiri meremas-remas pantat dan pahaku, yang kanan menggerayangi vaginaku dan menusuk-nusukkan jarinya di sana. Sebagai respon diriku hanya bisa mendesah dan memeluknya erat-erat, darah dalam tubuhku semakin bergolak sehingga walaupun ruangan ini ber-AC, keringatku tetap menetes-netes.

Mulutnya kini merambat naik menjilati leher jenjangku, beliau juga mengulum leherku dan mencupanginya seperti Dracula memangsa korbannya. Cupangannya cukup keras sampai meninggalkan bercak merah selama beberapa hari. Akhirnya mulutnya bertemu dengan mulutku dimana lidah kami saling beradu dengan liar. Sambil berciuman tanganku meraba-raba selangkangannya yang sudah mengeras itu. Setelah tiga menitan karena merasa pegal lidah dan susah bernafas kami melepaskan diri dari ciuman. “Masukin aja sekarang yah Mel…saya udah gak tahan nih” pintanya. Namun tiba-tiba Pak Harun sudah terlebih dulu mengangkat tubuhku. Wow, pendek-pendek gini kuat juga ternyata, Pak Harun masih sanggup menggendongku dengan kedua tangan lalu diturunkan diatas meja kerjanya. Pak Harun berdiri diantara kedua belah pahaku dan membuka celananya, tangannya memegang penis itu dan mengarahkannya ke vaginaku. Tangan kananku meraih benda itu dan membantu menancapkannya. Perlahan-lahan batang itu melesak masuk membelah bibir vaginaku hingga tertanam seluruhnya. “Ooohhh….!” desahku dengan tubuh menegang dan mencengkram bahu Pak Harun. “Sakit dik ?” tanyanya Diriku hanya menggeleng walaupun rasanya memang agak nyeri, tapi itu cuma sebentar karena selanjutnya yang terasa hanyalah nikmat, ya nikmat yang semakin memuncak.



Diriku tidak bisa tidak mendesah setiap kali beliau menggenjotku, tapi diriku juga harus menjaga volume suaraku agar tidak terdengar sampai luar, untuk itu kadang diriku harus menggigit bibir atau jari. Beliau semakin cepat memaju-mundurkan penisnya, hal ini menimbulkan sensasi nikmat yang terus menjalari tubuhku. Tubuhku terlonjak-lonjak dan tertekuk sehingga payudaraku semakin membusung ke arahnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan beliau yang langsung melumat yang kiri dengan mulutnya dan meremas-remas yang kanan serta memilin-milin putingnya. Tak lama kemudian diriku merasa dunia makin berputar dan tubuhku menggelinjang dengan dahsyat, diriku mendesah panjang dan melingkarkan kakiku lebih erat pada pinggangnya. Cairan bening mengucur deras dari vaginaku sehingga menimbulkan bunyi kecipak setiap kali beliau menghujamkan penisnya. Beberapa detik kemudian tubuhku melemas kembali dan tergeletak di mejanya diantara tumpukan arsip-arsip dan alat tulis. Diriku hanya bisa mengambil nafas sebentar karena beliau yang masih bertenaga melanjutkan ronde berikutnya. Tubuhku dibalikkan telungkup diatas meja dan kakiku ditarik hingga terjuntai menyentuh lantai, otomatis kini pantatku pun menungging ke arahnya.

Sambil meremas pantatku Pak Harun mendorongkan penisnya itu ke vaginaku. “Uuhh…nggghhh…!” desisku saat penis yang keras itu membelah bibir kemaluanku. Dalam posisi seperti ini sodokannya terasa semakin keras dan dalam, badanku pun ikut tergoncang hebat, payudaraku serasa tertekan dan bergesekan di meja kerjanya. Pak Harun menggenjotku semakin cepat, dengusan nafasnya bercampur dengan desahanku memenuhi ruangan ini. Sebisa mungkin diriku menjaga suaraku agar tidak terlalu keras, tapi tetap saja sesekali diriku menjerit kalau sodokannya keras. Mulutku mengap-mengap dan mataku menatap dengan pandangan kosong pada foto beliau dengan istrinya yang dipajang di sana. Beberapa menit kemudian Pak Harun menarik tubuh kami mundur beberapa langkah sehingga payudaraku yang tadinya menempel dimeja kini menggantung bebas. Dengan begitu tangannya bisa menggerayangi payudaraku. Pak Harun kemudian mengajak ganti posisi, digandengnya tanganku menuju sofa. Pak Harun menjatuhkan pantatnya disana, namun Pak Harun mencegahku ketika diriku mau duduk, disuruhnya diriku berdiri di hadapannya, sehingga kemaluanku tepat di depan wajahnya. “Bentar yah Dik, bapak bersihin dulu punyamu ini” katanya seraya menempelkan mulutnya pada kerimbunan bulu-bulu kemaluanku. “Sslluurrpp….sshhrrp” dijilatinya kemaluanku yang basah itu, cairan orgasmeku diseruputnya dengan bernafsu.



Diriku mendesis dan meremas rambutnya sebagai respon atas tindakannya. Vaginaku dihisapinya selama sepuluh menitan , setelah puas diriku disuruhnya naik ke pangkuannya dengan posisi berhadapan. Kugenggam penisnya dan kuarahkan ke lubangku, setelah rasanya pas kutekan badanku ke bawah sehingga penis beliau tertancap pada vaginaku. Sedikit demi sedikit diriku merasakan ruang vaginaku terisi dan dengan beberapa hentakan masuklah batang itu seluruhnya ke dalamku. 20 menit lamanya kami berpacu dalam gaya demikian berlomba-lomba mencapai puncak. Mulutnya tak henti-henti mencupangi payudaraku yang mencuat di depan wajahnya, sesekali mulutnya juga mampir di pundak dan leherku. Akupun akhirnya tidak tahan lagi dengan memuncaknya rasa nikmat di selangkanganku, gerak naik turunku semakin cepat sampai vaginaku kembali mengeluarkan cukup banyak cairan orgasme yang membasahi penisnya dan daerah selangkangan kami. Semakin lama goyanganku semakin lemah, sehingga tinggal beliau saja yang masih menghentak-hentakkan tubuhku yang sudah lemas di pangkuannya. Belakangan beliau melepaskanku juga dan menyuruh menyelesaikannya dengan mulut saja. Diriku masih lemas dan duduk bersimpuh di lantai di antara kedua kakinya, kugerakkan tangan kananku meraih penisnya yang belum ejakulasi. Benda itu, juga bulu-bulunya basah sekali oleh cairanku yang masih hangat. Diriku membuka mulut dan mengulumnya. Seiring dengan tenagaku yang terkumpul kembali kocokanku pun lebih cepat.



Hingga akhirnya batang itu semakin berdenyut diiringi suara erangan parau dari mulutnya. Sperma itu menyemprot langit-langit mulutku, disusul semprotan berikutnya yang semakin mengisi mulutku, rasanya hangat dan kental dengan aromanya yang familiar denganku. Inilah saatnya menjajal teknik menyepongku, diriku berkonsentrasi menelan dan mengisapnya berusaha agar cairan itu tidak terbuang setetespun. Setelah perjuangan yang cukup berat akhirnya sempotannya makin mengecil dan akhirnya berhenti sama sekali. Belum cukup puas, akupun menjilatinya sampai bersih mengkilat, perlahan-lahan benda itu melunak kembali. Pak Harun bersandar pada sofa dengan nafas terengah-engah dan mengibas-ngibaskan leher kemejanya. Setelah merasa segar kami kembali memakai pakaian masing-masing.
Perjuanganku tidaklah sia-sia, ketika sedang berendam bersama di bathtub Pak Harun memberitahukan bahwa diriku tidak perlu lagi ikut dalam ujian. Karena aku pun diluluskan dalam mata kuliah itu walaupun dengan nilai A. Dan dari sini pula diriku belajar bahwa terkadang perjuangan itu perlu pengorbanan apa saja.

Perampok Keperawanan


Kali ini kami akan menceritakan seorang public figure new comer di industri music dan entertainment. Shania Julia, atau lebih kita kenal sebagai Shania. Wajahnya yang damai dan tidak membosankan, sempurna dengan kedua lesung pipitnya.



Malam itu Shania hanya ditemani oleh seorang pembantunya. Ortu dan saudaranya kebetulan juga sedang keluar kota. Shania sebenarnya ingin ikut dengan mereka, tapi ia ada tugas di teater. Hari telah malam, sepulang diantar Stella dari teater, Shania pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan daster yang terbuat dari sutra berwarna biru muda. Shania sungguh terlihat sexy dengan pakaian tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya yang meskipun tidak terlalu besar tapi kencang dan padat, nampak menonjol jelas, benar-benar cantik dan sexy.

Ketika Shania sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya. Hmm, biar saja pembantu yang membukakan, pikir Shania dalam hati. Tidak lama kemudian Shania terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Shania saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa parang yang terhunus.

Melihat itu Shania mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Shania dan membekapnya dari belakang"Mau kemana Kamu Jangan macam-macam ya Nanti saya bunuh kamuu", bentak rampok itu.
Shania mencoba meronta dan berteriak minta tolong.
"Toloong, tooloong, maliing.. maliing".
"PLAAKK", tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!, atau saya gorok leher kamu".
Mendengar itu Shania terdiam ketakutan.

Rampok itu segera mengikat tangan Shania dengan seutas tali dan didudukannya Shania dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar dan menjarah Handphone, jam tangan perhiasan, dan sejumlah uang.

"Hei. ini kan Shania, anggota idol grup itu man" seorang rampok yang kebetulan sering menonton TV mengenalinya.
"Gila beruntung banget gue. Shania sayang, tiap kali liat elo di TV gue pasti sambil ngocok nih kontol. Gue gak tahan pengin tau rasanya nunggangin elo Shania".
Shania terkejut mendengarnya.
"Boleh juga kita pesta sebentar" kata rampok tersebut sembari memandangi Shania yang ketakutan.
Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju.
Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada Shania"Ya udah kalo gitu manis, terpaksa kami cobain sekalian tubuh Non", ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Shania yang cantik.

Dipandanginya sebentar Shania yang gemetaran ketakutan.
"Kamu emang cantik, gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu."
Rampok itu mulai menggerayangi buah dada Shania yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu. Shania mencoba melawan dan meronta.
"Jangan Pak jangan ampunn, jangan, aduuh, jangaan paak& ampuunn jangan perkosa saya, ampuun", tangis Shania.
Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Shania dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Shania yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.

Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Shania selama kurang lebih 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Shania yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Shania.
"Gila men pahanya putih banget, mulus lagi kaya sutra".
Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut, lalu meremas dan menjilatinya. Kemudian ia membopong tubuh Shania dan membawanya ke kamar lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang. Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis idola yang mempunyai ribuan fans di seluruh Indonesia itu.

Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Shania yang tergolek tidak berdaya. Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Shania tercium olehnya wangi tubuh Shania yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Shania sembari tangannya terus menggerayangi payudara dan selangkangan Shania.

Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu.
Ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Shania yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis yang cantik tegak lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda Shania hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Shania.

Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara Shania yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu dan menariknya keatas lalu melepasnya, sehingga kedua susu Shania terguncang. Sepertinya perampok itu ingin mengetes tingkat kekenyalan dan kepadatan payudara Shania.
"Oouuhh, mmhh", Shania hanya bisa melenguh pasrah menahan derita kenikmatan sekaligus rasa sakit pada kedua buah dadanya.
Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Shania mulai dari lembah sampai ke puncaknya. Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Shania.
"Aahh, ampunn. pakk. mphh. janggann", Shania terus teriak sambil meronta.

Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Shania. Ia pun kembali terpana melihat vagina Shania yang indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, Tidak tahan lagi rampok tersebut segera menyerang vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Shania lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Shania yang sudah wide open itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Shania.
"Oohh, giillaa. oouhh. jaanngaa..aann ommm".
Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya. Kali ini giliran Shania yang beraksi.



Sang rampok menbuka celana dalamnya sendiri. Terlihat batang penisnya yang hitam sudah benar-benar berdiri menunggu giliran, dikocok-kocoknya sebentar batang itu. Lalu diarahkannya ke wajah Shania. Digesek-gesekkannya batang penis itu di wajah cantik Shania. Shania tidak bisa menolak, ia hanya pasrah membiarkan batang itu bergesekan dengan wajahnya. Setelah itu sang rampok memaksa Shania untuk membuka mulutnya.
"HEH Buka mulut loe ayo isap, AYOO"
Shania dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Shania. Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua. Mendengar itu Shania mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Shania.

Setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Shania yang satu lagi yang berada di selangkangan. Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan Shania akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Shania. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Shania yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
"Euh, eanaak ayo neng, teruss, enaak, uuh", gumam sang rampok sembari memompa vagina Shania, Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Shania, Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Shania

Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis muda cantik tinggi berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Shania hanya bisa menggeliat menahan sakit dan rangsangan yang begitu hebat. Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok. 20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Shania.
"Euuh. euuhh, entott. sstt aah. pejuhh. gua ngecrot aah. enaak", Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu.
Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi, Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Shania dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Shania untuk beberapa saat untuk merasakan denyutan otot-otot ronga vagina Shania yang menjepit penisnya. Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Shania, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Shania.



Lalu ia memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain. Rekan rampok yang lain bergerak maju, kali ini ia menyerang Shania dari belakang. Diserangnya anus Shania dengan gencar. Posisi Shania sekarang seperti anjing yang sedang kawin, Rampok itu dengan kasar memasukkan penisnya ke lubang anus Shania yang sangat sempit karena pantatnya yang kecil. Shania hanya bisa mengerang kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak akibat hentakan sang rampok sampai-sampai payudaranya pun terbanting-banting akibat goyangan sang rampok, Rampok tersebut memegangi kedua bongkah pantat Shania agar tetap terarah sesekali ia tampar pantat Shania seperti layaknya memecut pantat kuda. Hngga pantat Shania memerah panas.

Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Shania ke arah belakang. Lalu ditariknya tubuh Shania sampai punggung Shania telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Shania dari belakang sambil ia menciumi leher Shania yang sexy. Dengan penis yang masih mengenjot dubur Shania. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Shania, sehingga ia merasa geli. Shania hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.

"Euuh aahh, periih, aduuhh. duburr guee. ampuunn, paak" rintih Shania.
"Aaahh, dikit lagi neengg ayoo, sstt. aahh, oohh", Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat.
Rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Shania. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Shania.



Rampok itu tersenyum puas akhirnya ia bisa merasakan pantat seorang gadis cantik yang sangat sexy bahkan anusnya lah yang pertama kali ditembusnya. Setelah itu kembali giliran rampok yang lain, kali ini ia memaksa Shania untuk berlutut dan melayani penisnya dengan mulutnya. Penis rampok yang berikut ini sungguh besar dan sudah berdiri tegang. Shania tak ada pilihan lain untuk melayani kemauan rampok itu. Dengan ganas rampok itu menggoyang-goyangkan penisnya dimulut Shania.
"Ayoo. sedoott, yang kencaang ayoo", Bentaknya sembari memegangi kepala Shania dan mengarahkannya maju mundur.
Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Shania. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Shania membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Shania,

"Aaahh, enaak, aahh, aahh, Ouhh, Oouhh, sstt", Erangnya sambil menahan kepala Shania agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Shania.
Shania terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Shania diperkosa rame-rame. Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh Shania ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Shania sementara seorang mengambil posisi di dada Shania meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Shania didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Shania memasukkan rudalnya ke mulut Shania seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Shania membuatnya mengocok penis nya. Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Shania mereka terus mengerjai Shania mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan ketiak Shania

Beberapa saat kemudian Shania tidak tahan lagi ia akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Shania ejakulasi dengan deras, cairan Shania keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima. Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Shania.
"Sluurrpp, sluurrpp, hmm, nikmaat, rasanya air kegadisan gadis ini, hahaha."
Shania dikeroyok selama setengah jam, tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat 'proyek'-nya masing-masing.

Tubuh Shania yang seksi itu sudah penuh oleh sperma. Para perampok tertawa puas, Shania berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Shania untuk kedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Shania Dikocok-kocoknya vagina Shania dengan gagang obeng itu, Shania menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara. Shania menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Shania dengan obeng akhirnya Shania kembali ejakulasi untuk kedua kalinya.

Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Shania lalu kembali ia menggarap tubuh Shania sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran. Akhirnya Shania digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Shania rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Shania masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesenggukan meratapi nasibnya.
"Oh mimpi buruk apa aku", isaknya.

Minggu, 10 Maret 2013

Dibantai fans

Perkenalkan namaku Stella. Aku ckp terkenal sebagai artis baru yg multitalenta terutama di bidang hiburan Indonesia. Karir keartisanku berawal ketika sering tampil di panggung hiburan untuk bernyanyi dan menari sehingga lama kelamaan aku banyak dikenal orang dan mulai banyak fans yang mengidolakanku.



Banyak orang yg bilang kalo aku itu seksi dan menarik dihadapan fansku. Namun bagiku itu biasa saja karena sebagai artis sudah menjadi kewajibanku memberikan hiburan yag terbaik bagi mereka. Karena karakterku tersebut, mungkin kebanyakan fansku adalah laki-laki dan mereka sering memiliki fantasi untuk bercinta bersamaku.



Suatu hari aku bersama yang lain baru saja selesai melakukan pertunjukan. Karena staminaku yg terkuras habis karena banyak bergoyang, aku memutuskan untuk pulang dengan secepat mungkin ke rumah. Aku ingin cepat-cepat istirahat karena aku akan melakukan show esok hari dan aku harus melakukan recovery terlebih dulu.



Saat itu suasana malam hari dan kondisi jalan sudah sepi. Saat sudah memasuki 1/3 perjalanan tiba-tiba mobil yg aku kendarai tiba-tiba oleng dan aku memutuskan untuk berhenti dan memeriksa apa yang terjadi. Suasana saat itu sepi, dan aku mengecek ban mobil dan ternyata bannya kempes. Tiba-tiba tanpa sadar aku disekap dengan kain yang telah diberi dengan obat bius. seketika aku pun tidak sadarkan diri.

Beberapa jam kemudian aku tersadar, dan tiba-tiba aku merasa sangat kedinginan. Kepalaku agak pusing. Ternyata aku berada disuatu gudang terpencil yang aku sendiri tidak tahu letaknya dimana. Gudang itu remang-remang dan saat kuperhatikan ternyata pakaian luarku sudah dilepas dan aku hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. Selain itu tanganku sudah terikat dan mulutku ditutup dengan plester. Aku ingin menangis dan berteriak kencang mungkin namun semua itu sia-sia.

Dari kegelapan tiba-tiba aku melihat seseorang laki-laki yg sebaya dgnku dan datang menghampiriku. Saat kuperhatikan dgn seksama wajahnya, aku seperti mengenalnya dan wajahnya sering aku jumpai. Oh ya, aku ingat, dia adalah salah satu fansku yang sering berada didekat panggung untuk memperhatikanku.

"Ternyata tubuhmu mulus sekali Stella," ujarnya sambil meraba tanganku. gerakannya langsung kusambut refleks cepat menghindar.

"Jangan sok menghindar gitu ah," tiba-tiba dia mencium pipi kananku sembari tangannya menyentuh halus rambutku.

"Aku sering memperhatikanmu dari tiap showmu dan aku berharap aku dapat menikmati tubuhmu itu dan kini semuanya ada di depan mataku. Hahahahaha..."

Tiba-tiba lelaki itu melepaskan semua baju yang dikenakannya dan dia kini tampil telanjang bulat di depanku. Aku pun sontak memalingkan wajah ke arah lain, tak ingin aku melihat pria bertelanjang didepanku.



Seketika dia mendekati mulutku dan melepaskan plester yang membungkus mulutku.

"Toloooonggggg.... Toloooooongggggggggg..." aku berteriak sekencang mungkin.

"Hahahahahahaaaaaa.... Percuma Stel, percuma... Kau tak tau tempat ini jauh dari keramaian dan disini hanya ada kita berdua yang akan bercinta...."

"Lepaskan tanganku bodoh!!! Cepat."

"Jangan marah-marah gitu dong, tanganmu pasti akan ku lepaskan, tapi sebelum itu aku ingin melepaskan hasrat seksualku terlebih dulu,,,, hahahahah...."

Tiba-tiba dia menarik tanganku dan menyuruhku berdiri mendekati suatu tiang.
"Aku ingin kamu striptis di hadapanku. Ayo." Musik disko pun berdentum diputar oleh fans tersebut.

Aku menolak dgn menggeleng-geleng, namun dia berteriak memaksa sambil mengeluarkan pisau. Aku pun berliuk-liuk dengan menggoda mengelilingi tiang menari striptis. Dia terlihat puas dgn aura sensual yang terpancar dari diriku.

Berselang beberapa menit dia menghampiriku dan mengulum bibirku dengan cepat. Aku mencoba meronta namun dia memaksa untuk melumat bibir seksiku. dia pun ikut bergoyang meladeni tarian striptisku. Kami berdua menari striptis sambil mengulum bibir satu sama lain.

Perlahan lahan dia melepaskan bra ku... aku berteriak namun dia menyuruhku tetap diam dan menikmati apa yang dilakukannya dan aku tidak dapat menolak dan terus menari striptis bersamanya. Ohhhhh... bra pun terlepas dan payudaraku kini bergerak liar bersama dengan tarian striptisku...

Akhhhhhh... tiba-tiba dia melahap kedua payudaraku yang sintal dan menjilatinya dengan halus satu persatu... Aku mulai terangsang.... Inikah yg dinamakan nikmatnya bercinta... Auuuuuuu.... tiba-tiba dia mnggigit putingku... rasanya sedikit nyeri namun lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan goyangan lidahnya...

Setelah puas menjilati payudaraku, dia kemudian menarik tubuhku ke suatu kasur seperti matras dan menolakkan tubuhku ke situ... Aku tertegun dan sedikit takut dengan apa yang akan dilakukannya.... Ternyata dia ikut merebahkan tubuhnya dan kini dia berada tepat diatas tubuhku...



Tanpa basa basi dia langsung mencumbu dari rambutku, kening, pipiku, bibir, leherku, payudaraku, pusarku dan aku merasa sangat geli dengan perlakuannya itu... sampai kemudian dia menarik CD ku dengan paksa....

"Jangaaaannnn...."aku berteriak kencang.
"Tolong jangan lakukan itu. Aku ini masih perawan. Jangan lakukan itu."

"Hahahaha... aku akan mengajarkanmu bagaimana melakukan hubungan intim. Jangan takut, ini akan sedikit terasa sakit di awal dan nanti kau akan menikmatinya Stella!"

Kemudian dia menarik CD ku sampai terlepas dan kini aku dalam keadaan terbaring telanjang bulat dan diatas tubuhku berbaring gagah seorang fans dgn kondisi telanjang bulat pula....

Hmmmmm... Ahhhhh.... dia menciumi bagian intimku yang masih rapat itu... Air mataku pun mengalir... Aku akan digagahi oleh seorang fansku... betapa hinanya diriku ini...

Kondisi cepat berubah, dia menarik tubuhku dan memegang kepalaku.
"Cepat hisap batang kemaluanku, aku ingin merasakan ******ku dihisap oleh seorang yang sangat kudamba-dambakan diatas panggung."

Lalu dia memaksaku membuka mulutku dan dia langsung memasukkan batangnya itu ke dalam. Besar sekali batangnya. Aku pun tersedak karena baru pertama kali ini melakukannya.

"Ampun, jangan lakukan ini padaku. Ampun" Aku memohon padanya.

"Cepat hisap ahhhh..." dia tidak menggubris permintaanku sambil memaksakan lagi mulutku menghisao batangnya...

HMMMHMMMMHMMMHMMMMMM>>>> AHHHHHHHH

Ternyata aku dapat mengimbanginya meski batangnya masuk hampir menuju tenggorokanku namun dia sepertinya puas dengan servis oral yang kuberikan...



Selesai ku oral, dia kembali membaringkan tubuhku . Dia mundur beberapa langkah lalu berlari menuju tubuhku seperti harimau menerkam mangsanya...

AHHHHHHHHHHH... Blesssssssssssssssssss..... AUUUUUUUUUUUUUU....
Suara itu terdengar ketika batang kemaluannya memasuki bagian clitoris vaginaku.... mataku ingin terbelalak rasanya.... sakit sekali rasanya...

Dia kemudian mendiamkan batang kemaluannya merasuki kemaluanku beberapa saat. Matanya terpejam... dia tahu rasa sakit yg kurasakan...

Aku terangsang dan cairan kemaluanku keluar bersama darah perawan yang mengaliri selangkanganku...
Aku tidak perawan lagi!!! Tidak, Iya, aku sudah tidak perawan!!!

Tiba-tiba dia langsung menggenjjot kemaluanku maju mundur... AHHHH AHHH AHHH... Aku menitikkan air mata...
Aku ternoda oleh fansku.... Tapi... tapi.... INI NIKMAT SEKALI RASANYA!!!! Aku mulai bingung apakah aku menolak atau justru menikmatinya!







Aku mulai mengimbangi permainannya, dia tersenyum. aku tdk tau arti dari senyumannya itu... Aku pun mulai maju mundur dan tanpa sadar aku berteriak AKHHHHH dengan seksi, seperti teriakan suara seksiku diatas panggung...

"Katanya gak mau, sekarang malah menikmati."
"Jangan banyak omong, cepat puaskan hasrat seksualku." tanpa sadar kata itu terucap oleh mulutku...

Tanpa basa-basi dia  langsung mempercepat penetrasinya dan dadaku pun bergoyang sesuai tempo genjotannya... dia menghisap payudaraku sambil menggenjot kemaluanku dengan cepat...

AHHHHHHHHHHHHH>>>>>>> Dia mencapai klimaksnya...
"Jangan dimasukin ke dalam....!!!!!!" Aku berteriak spontan....

Dia panik dan berusaha mengeluarkan  batang kemaluannya dari vaginaku, akhirnya spermanya disemburkan setengah ke dalam vaginaku, dan sisanya mengaliri payudaraku serta sedikit muncratan ke wajahku....

"Cepat hisap sperma ini!!!" dia memberontak.

Dengan cepat aku menjilati sperma yang tersisa di batang kemaluannya. SLurrppppp slurrpppp.... Kentalnya sperma mencapai tanganku...
Rasa spermanya gurih dan agak asin....
Sperma yang ada ditubuhku kuratakan meski agak lengket!

Dia memaksaku untuk memeluknya dan aku pun menyambut pelukannya.... Kami berpelukan dalam kondisi bugil!!!

"Inilah yang dianamakan fans servis!" dia tiba-tiba berkata demikian namun aku hanya diam dan tertidur dipelukannya.


Beberapa saat kemudian aku terbangun dan menyadari hari sudah pagi. Tubuhku lemah dan disampingku pakaianku sudah kembali. Tanganku pun sudah terlepas dari ikatan tali yang mengekangku. Aku bergegas mengenakan pakaianku. Diluar mobilku sudah kembali normal dan ban mobilku sudah diperbaiki, mungkin olehnya. Kepalaku pusing. Aku cepat-cepat pulang.

THE END.








Sabtu, 09 Maret 2013

A New Year



Waktu 2012 hampir selesai dan berganti ke tahun 2013. Bundaran HI penuh dengan penonton yg sedang menonton konser dan sekalian merayakan tahun baru. Hai Guys, Namaku Sonya Pandarmawan biasa dipanggil Sonya (bisa juga Panda). usiaku sudah menginjak 16 Tahun lebih. aku datang ke Bunderan HI untuk menonton langsung dan ikut menghitung detik-detik tahun 2013. aku disini datang bersama teman akrabku Jeje.
Jeje dan aku memang sudah menjadi kembaran, walau kami tak memiliki wajah yg mirip *hehe
Pan, kita duduk disana aja yuk? sempit disini ‘Rayu Jeje
ayo Je ‘Jawabku
kamipun langsung mencari tempat yg kosong untuk diduduki dan tentunya yg nyaman.

udah pan, disini aja cukup

ok, hmm mau beli apa ya? ‘Tanyaku pada Jeje

mending Siomay aja sekalian minumnya Pocari

ok, biar gw yg bayar

aku langsung mencari keberadaan tempat jualan Siomay tersebut dan langsung membelinya dan tidak lupa juga membeli Pocari. disaat aku ingin membayar Siomay + Pocari, tiba-tiba ada seorang laki-laki tinggi berkacamata yg langsung memberi uangnya



eh, Ken apa kabar?

Sonya, kamu sama si Jeje ngapain? ‘Tanya Ken

mau nonton tahun baru, lumayan buat liburan sejenak

Perkenalkan, Ini Ken Wijaya. Teman SMA-ku bahkan dia satu bangku denganku. Dia ini adalah Pacarku, kami sudah jadian sejak awal November lalu.

ayo Ken duduk disana bareng Jeje ‘Ajakku

ayo aja, asal sama kamu juga.

hahaha, kamu ini bisa aja. oke ayo duduk!!

sambil menunggu waktu aku menyuruh Jeje menjaga tempat kami duduk agar tidak kembali diduduki orang lain. aku dan Ken berkeliling menikmati hawa tahun 2013 yg sebentar lagi datang.

eh Ken, gw pegel nih kaki gw rasanya uda mati rasa.

hmm dimobil gw aja sambil nyalain AC dimobil, lumayan buat pendingin

gimana sama si Jeje?

biarin aja udah gede ini kok, lagian tampangnya aja udah kaya preman

kamu bener juga, hahahaha

lalu aku langsung menuju tempat parkir dimana mobil Ken diparkir disitu. terlihat Mobil Ferrari Berwarna Kuning mengkilap berplat B **** HB yg diparkir disitu.

ayo Sonya, masuk? ‘Ajak Ken Sambil Membuka Pintu Mobil

oke

setelah didalam, Ken pun langsung menyetel mp3 untuk menghilangkan rasa kantuk dan bosan.

karena panas, aku langsung membuka Jaketku dan kini aku hanya memakai baju tanpa lengan. kulihat, Ken sepertinya sangat tak percaya. Arah Pengelihatannya tertuju pada satu arah, Dadaku

kenapa Ken?

eh n…ng..nggak kenapa-napa kok

kulihat lagi Tangan Ken seperti ingin memegang dadaku, dan benar saja tanpa kusadari tangan kiri Ken sudah memegang dadaku.

gede banget sih dada lu Sonya..

tak hanya memegang, Ken pun meremasnya.

hmmm, uhhh ‘Desahku

Ken pun langsung membuka bagian dadaku serta Bra. kini bagian dadaku sudah tak tertutupi lagi, Ken langsung mengulum dadaku dengan nafsu tingkat tinggi

aku hanya bisa menggigit jariku untuk menahan geli sambil mengeluarkan air mata

kulihat, sambil mengulum dadaku. Ken membuka resleting celananya dan melakukan masturbasi.

sonya, buka rok sama CD lu.. gw mau ngelakuin sesuatu



karena tak sadar, aku pun menurutinya. kini aku sudah tanpa sehelai kainpun, lalu dengan cepat Ken langsung mengarahkan ***** ke ****** ku.

dengan sodokan bertubi-tubi, aku meronta kesakitan dan keluarlah darah perawanku. Ken secara tak sadar telah merenggut keperawananku

ahhh, uhhhh, sakit Ken huaaaaa ‘Tangisku

memang Ferrari ini di Desain kedap suara, walau berteriak sekeras mungkin takkan terdengar oleh siapapun  yg berada diluar

awww, sempit banget sonyaa

huaaaaaaa sakittttt dra, pelan dikit

sepuluh menit berjalan, rasanya ada yg ingin keluar dari dalam organ intimku.

Ken, aku mau pipis

pipis aja kok, ntar aku yg bersihin

“sssssrrrrssrrrrrr” Orgasmeku untuk pertama kalinya. walau bercampur dengan darah perawan jadi warnanya agak merah jambu

akupun terkulai lemas, badanku melemas semua. namun Ken masih mengenjot ****** ku. tak lama badan Ken mulai bergetar, sepertinya ada sesuatu yg ingin keluar dari ***** Ken

“crotcrotcrot” Orgasme Ken yg Terjadi di dalam rahimku.

huhhh cape banget nih “Keluh Ken

Lalu Ken mulai mengelap air mataku, kepala *****nya dan tak lupa mengelap ****** dari cairan sperma & cairanku menggunakan Kain Basah

cup cup cup jangan nangis ntar kata Jeje lu kaya abis diapa-apain lagi ‘Kata Ken

udah nggak kok hehehe ‘Jawabku

dan maaf sudah merenggut keperawanan lu dan kejadian ini hanya kita berdua aja yg tau, yg lain jangan sampai tau termasuk Jeje ‘Ucap Ken

iya gpp kok .. Ok Ken ‘Jawabku

aku bergegas keluar bersama Ken untuk menemui Jeje yg sejak tadi menunggu kami.

kemana aja lu, gw kira lu berdua ninggalin gw sendirian ‘Tanya Jeje

abis makan ‘Kata Ken

makan sampai 2 jam? gila lu pasti ada yg lain

kita tadi jalan” dulu ‘Jawabku

eh lihat waktu hitung mundur udah dimulai

5…. 4…. 3…. 2…. 1…. HAPPY NEW YEAR 2013



yeee happy new yearr 2013 all ‘Teriak Kami Bersama

oke, acaranya selesai gw pulang dulu.. happy new year 2013 dear ‘Kata Ken sambil Mencium Bibirku

eh kalian ini, ntar kalo dilihat sama anak kecil gimana? ‘Kata Jeje

oke Ken, Happy New Year too ‘Jawabku

hahahahahaha, bye sonya

bye Ken…

Kini 2012 berganti menjadi 2013, malam telah berganti menjadi pagi. ku mulai menjalani hidup ditahun 2013 sebagai gadis yang sudah tidak perawan lagi :’(

Christmas Night

Dimana seluruh dunia merayakan malam natal dan melaksanakan misa natal diseluruh gereja dimasing-masing tempat tak terkecuali aku. perkenalkan, namaku Veranda biasa dipanggil Ve oleh teman” ku. banyak yang menilai, aku orangnya religius dan ramah. maka itu aku datang ke gereja untuk mengikuti misa natal malam itu.



aku duduk dikursi paling depan dan mendengarkan ceramah dari pastur gereja itu. disaat aku sedang mendengarkan, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menepuk bahuku. ternyata dia adalah Richard, teman kuliahku.
 
ngapain lo disini? ‘ujarku

mau misa natal kali… ‘jawab Richard

Richard adalah teman satu kuliahan ku, sebenernya nama aslinya sih Richard Antoni.

sama siapa lo kesini?

sama si Steve, Stella dan Sonya ‘jawabnya

oh, kirain sendiri.. mana 3 orang itu? ‘tanyaku lagi

ada dikursi belakang ’ jawabnya sambil menunjuk ke arah belakang

okelah, lanjut ‘sahut stella

eh ve, pipi lo makin gede aja ‘ejeknya

mata lo jga makin sipit Richard ‘balasku

Memang aku memiliki pipi yang cukup gembil menurut teman” kuliahku



eh Steve, gw mau kekamar mandi dulu ya? ‘ujar Richard pada Steve

ok, jangan lama-lama ntar lu disangka fap-fap lagi ‘ejek Steve

huh kaya lo gak pernah aja, ok gw pergi dulu ‘jawabnya

sementara itu aku sedang melihat tweet tentang natal. dan karena aku terlalu fokus, aku sampai hampir tertidur.

eh ve, bangun… ‘kata stella

hah, ada apa?

lo tadi ketiduran, udh sana kekamar mandi cuci muka ‘sahut stella

okelah

aku langsung bergegas menuju kekamar mandi dibelakang gereja, memang letaknya dekat dengan altar gereja. lalu akupun membasuh muka diwastafel sambil mengaca, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku kembali

haaaaaaaaaaaa!!!!!

woi, berisik.. udh tau ada jemaat lain yg lagi misa

oh lo Richard, gw kira hantu hehehe

hahaha, eh lo ngapain kesini ‘tanya Richard

gw disuruh Stella buat cuci muka.. katanya gw tadi ketiduran ‘jawabku

oh lu sendiri ngapain? abis fap-fap ya? ‘ejekku

so tau banget.. gw tuh abis buang air kecil ‘balas Richard

oh gitu.

hmm, ve sebenernya ada yg gw mau omongin ke lo?

apa?

gw tuh suka sama lo ‘jawabnya sambil memelukku

Kemudian Richard langsung mencium pipiku berkali-kali. bahkan dia sempat meremas bagian dadaku. akupun terkaget, dan ingin melepas pelukannya namun sia-sia saja. 3 menit berlalu, sepertinya aku mulai terangsang oleh Richard.

ve, gw tau lo pasti ingin juga kan? tanya Richard

akupun terdiam, tapi dibenakku memang aku menginginkannya. namun terhalang sesuatu yg membuatku hanya terdiam.

hmm cup-cup ‘suara kecupan Richard pada pipiku

tak lama kemudian kecupannya berpindah pada bibirku. lidah Richard bermain didalam mulutku dan akupun mengikuti irama lidah Richard.

hmmmmmm ahahhh ‘desahku

ve, buka baju lo.!!! ‘ajak Richard

aku hanya mengangguk dan segera melepas seluruh pakaianku dan berbaring diatas wastafel.

giliran lo sekarang!!! ‘ajakku

oke kalo itu menurutmu enak

lalu dia pun melepas pakaiannya hingga kami berdua tidak memakai sehelai kainpun. kemudian, dia menjilati dada, perut hingga bagian privatku

ahhhhh Richardee ‘desahku lagi

tiba-tiba ada benda yang masuk ke rahimku, setelahku lihat ternyata Richard sedang memainkan jari tengahnya dibagian privatku.

ve, ntar abis ini lu kulum ***** gw ya ‘ajak Richard

Richard pun mempercepat gerakan jari tengahnya hingga membuatku kenikmatan. maju-mundur irama jari tengah Richard.

Richardeeee, ahhhhh gw mau keluar ‘pekikku

“ssssrrrrrrsrrrr” cairan orgasme pertamaku dimalam natal . aku langsung terjatuh karena seluruh badanku lemas gara-gara orgasme tadi.

sekarang giliran lo ‘sahut Richard

Aku langsung mengulum ***** yang sedang tegak tersebut secara lembut.

hmmmm uhhh ahhhh ‘desah Richard

5 menit aku mengulumnya, dan merasakan guncangan dari ***** Richard yg sepertinya akan orgasme.

Ve, cepetan lo sekarang ngakang buka lebar paha lo ‘sahut Richard

aku langsung menuruti perinta Richard, dan Richard langsung memasukan ***** kebagian privatku dan langsung memaju-mundurkan ***** nya dengan sangat cepat hingga aku orgasme untuk kedua kalinya.

I LOVE YOU VERANDA ‘Kata-Kata yg keluar dari mulut Richard

akupun tersipu malu mendengarnya..

hingga 8 menit kami melakukannya hingga Richard menyuruhku membuka mulutku.

Ve, buruan kulum ***** gw lagi

akupun langsung turun dari atas wastafel, dan segera mengulum ***** Richard.

VEEEEE AHHHHHH GW KELUARRRRR ‘Desah Kencang Richard

benar saja, keluarlah cairan kental putih dari ***** Richard didalam mulutku. akupun segera menelannya walau terasa asin dan memiliki bau seperti kaporit.

kami berduapun langsung memakai baju kembali dan membuat perjanjian

Ve, tentang kejadian tadi hanya kita berdua yang tau ‘Kata Richard

Iya Richard, lo tenang aja kok ‘Jawabku

hingga terdengar lonceng Gereja yg menandakan akhir misa natal, kami langsung menuju tempat parkir dan ternyata Stella, Sonya, Steve telah menunggu kami.

Kemana aja lo berdua, kita nungguin tau? ‘tanya Sonya

Kita abis jalan-jalan kok, abisnya tadi Ve mau beli sesuatu di Mini Market sebrang ‘Jawab Richard

ternyata Richard sengaja berbohong pada Sonya soal kejadian tadi.

eh udah malem, ok gw sama Richard pulang dulu.. ‘Kata Steve


kita juga mau pulang, ayo Ve ‘Balas Stella

aku pulang sekitar pukul setengah 10 Malam dan masih terlintas dibenakku tentang kejadian itu.

keesokan Harinya tepat tanggal 25 Desember 2012, Bel Rumahku berbunyi dan ternyata Richard menungguku.

Hai Ve, Merry Christmas.. ‘Kata Richard

Marry Christmas Too, ada apa mau kesini ‘Jawabku

nggak kok cuma mau ngasih kado natal buat lo ‘Ucap Richard

cieeeeeee ‘Sorak Stella

eh ada Stella ‘Ujarnya.

byeeee ‘Kataku dan Stella hampir bersamaan

Terlintas sekejap betapa Richard sepertinya menggangapku sebagai Pacarnya, padahal dia sudah memiliki Dhike, Pikirku.. Hanya Tuhan yg tahu semua ini.